Pembiayaan mobil bekas bakal marak pada tahun 2009. Krisis ekonomi diprediksi akan menurunkan daya beli masyarakat, termasuk dalam membeli mobil baru. Kendaraan gres akan semakin tak terjangkau karena harga naik mengikuti kenaikan harga komponen.
Direktur Utama Magna Finance Goenadi Hadiwidjaja mengatakan, potensi pembiayaan mobil bekas justru semakin besar di tengah krisis sekarang. “Yang tadinya mau beli mobil baru, sekarang lebih memilih beli mobil bekas karena kenaikan harga yang baru,” ujarnya, Selasa (6/1) kemarin.
Pemilihan umum (Pemilu) diramalkan juga akan mengangkat omzet pembiayaan mobil bekas. Partai politik akan membutuhkan lebih banyak kendaraan selama masa kampanye. Karena harga mobil baru melambung, yang menjadi pilihan para politisi adalah mobil bekas.
Gunadi memperkirakan, pasar pembiayaan mobil bekas akan marak di Pulau Jawa. Soalnya, sektor komersial terpusat di wilayah ini. Sedangkan untuk luar Pulau Jawa akan sedikit melemah karena bisnis perkebunan sedang mengalami fase penurunan seiring dengan melemahnya harga komoditi.
Magna Finance sendiri memasang target pembiayaan mobil bekas sebesar Rp 340 miliar pada tahun 2009 ini. Angka ini naik 30 persen dari pembiayaan tahun lalu.
Tren bunga turun
Tahun lalu, tiap bulan Magna Finance menyalurkan pembiayaan mobil bekas berkisar Rp 28 miliar-Rp 29 miliar. Kredit itu untuk pembelian 500-600 unit mobil bekas. Bunga yang dipasang Magna Finance untuk pembiayaan mobil bekas berkisar 30 persen-32 persen per tahun, tergantung merek dan tahun produksi.
Sementara itu, BCA Finance menargetkan penyaluran kredit pembelian mobil bekas sebesar Rp 3,3 triliun pada tahun ini. Angka itu naik dari pembiayaan mobil bekas BCA Finance pada tahun 2008 yang sebanyak Rp 2,55 triliun.
Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim yakin target pembiayaan tersebut bakal terserap. Apalagi tren suku bunga pada tahun 2009 diprediksi akan menurun. Saat ini, BCA Finance menawarkan bunga kredit untuk pembiayaan mobil baru sekitar 6,5 persen sampai 8,5 persen flat setahun. “Sedangkan untuk mobil bekas 1 persen di atas bunga kredit mobil baru,” tuturnya.
Menurut Roni, merek mobil bekas yang diminati antara lain Toyota Avanza dan Honda Jazz. “Di BCA Finance, perbandingan mobil baru dengan bekas adalah satu banding dua,” tuturnya.
Kembang 88 Multifinance juga yakin tahun 2009 akan menjadi tahun yang bagus untuk pembiayaan mobil bekas. General Manager Kembang 88 Heri Gunawan bilang, pembelian mobil baru bakal turun. Masyarakat yang butuh kendaraan cenderung memilih mobil bekas.
Tahun ini, Kembang 88 menargetkan, penyaluran pembiayaan untuk mobil bekas sebesar Rp 750 miliar atau naik 17 persen dari penyaluran kredit tahun lalu. Bunga kredit mobil bekas di Kembang 88 berkisar 22 persen-24 persen per tahun. Tahun ini Kembang 88 akan agresif menggarap pasar luar Pulau Jawa. “Targetnya luar Jawa bisa menyumbang 40 persen dari total kredit,” katanya. (Magdalena Sihite)